Kalau ada pertanyaan untuk apa penelitian perlu dilakukan? Mungkin beberapa jawabannya adalah:
KIAT 1:. PAHAMI DUA GAYA RESEARCH DI BIDANG COMPUTING
Sebelumnya perlu dipahami
bahwa gaya penelitian di bidang komputer (computing)
secara umum terbagi dua yaitu gaya Computer
Science (CS) dan
gaya Information Systems (IS) (Berndtsson
et al., 2008). CS memiliki karakteristik penelitian dan isu berhubungan
dengan core technology dan perbaikan metode (method improvement). Sedangkan
penelitian IS lebih cenderung ke arah isu tentang interaksi teknologi dan
sosial, termasuk diantaranya mengukur dan menganalisa kesuksesan penerapan
teknologi dan sistem informasi. Tulisan kali ini akan lebih cenderung ke alur
latar belakang masalah penelitian bergaya CS, meskipun tetap bisa
digunakan untuk penelitian IS.
KIAT 2: MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN WHY DI JUDUL
Latar belakang masalah
penelitian akan menjawab semua pertanyaan MENGAPA (WHY) dari judul penelitian kita. Untuk mempermudah penjelasan, saya
akan gunakan, terjemahkan dan revisi paper penelitian (Fei et al, 2008)
untuk contoh paper yang kita bahas. Karena judul penelitiannya adalah Prediksi Produksi Padi dengan menggunakan Support
Vector Machine berbasis Particle Swarm Optimization, maka
latar belakang masalah harus bisa menjawab pertanyaan:
1. mengapa
padi?
2. mengapa
prediksi produksi padi?
3. mengapa
support vector machine?
4. mengapa
particle swarm optimization?
Bagaimana cara
menguraikan jawaban dari pertanyaan 1-4, akan disajikan dalam contoh latar
belakang masalah di bawah.
KIAT 3: POLA ALUR DAN POKOK PIKIRAN PARAGRAF
Kunci dari keberhasilan
menyusun latar belakang masalah penelitian seberapa komprehensif kita
merangkumkan penelitian kita. Tulisan yang baik adalah bahwa dengan hanya
membaca latar belakang masalah, orang langsung bisa memahami, apa yang kita
lakukan pada penelitian kita. Untuk bisa mencapai itu, pokok pikiran
seluruh paragraf pada latar belakang masalah penelitian harus memuat dan
mengikuti 6 pola alur berikut. Untuk mempermudah mengingat, saya
biasanya menggunakan singkatan OMKKMASASOLTU.
1. obyek
penelitian (O)
2. metode-metode
yang ada (M)
3. kelebihan
dan kelemahan metode yang ada (KK)
4. masalah
pada metode yang dipilih (MASA)
5. solusi
perbaikan metode (SOL)
6. rangkuman
tujuan penelitian (TU)
Contoh penerapan pola OMKKMASASOLTU ini, akan cepat dipahami
melalui contoh latar belakang masalah yang saya uraikan di bawah.
KIAT 4: BELAJAR MENULIS DENGAN ATM
Cara paling cepat dan manjur
supaya kita mahir menulis paper ilmiah dan tesis adalah dengan melakukan ATM
(Amati-Tiru-Modifikasi). Banyak baca paper, lihat bagaimana para peneliti
menuliskan hasil penelitian mereka, tiru alurnya tapi tidak nyontek kalimatnya,
dan modifikasi pelan-pelan di tulisan yang kita buat. Jangan lupa memilih paper
yang dipublikasikan di journal yang berkualitas, karena sudah menjadirule-of-thumb dalam dunia penelitian
bahwa 80-90% paper ilmiah di dunia ini disajikan dengan buruk. Paling
tidak supaya tidak tersesat dalam studi literatur, patokan paper yang
berkualitas adalah masuk di journal yang terindeks oleh ISI atau
SCOPUS, dan memiliki nilai skor yang tinggi untuk penghitungan Journal Impact
Factor, Eigenfactor Score, Scimago Journal Rank, atau Source Normalized Impact
per Paper. Journal ilmiah di Indonesia untuk bidang computing yang masuk
kriteria ini, hanya Telkomnika yang diasuh mas Tole Sutikno cs dari
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, karena sudah mulai terindeks oleh SCOPUS.
Sebagai contoh, perhatikan
latar belakang masalah pada tulisan berikut ini. Untuk mempermudah memahami
penjelasan, (warna biru) saya berikan untuk memberi petunjuk
bahwa paper tersebut menjawab pertanyaan why di judul sesuai dengan KIAT 2, dan [warna merah] saya berikan untuk memberi
penjelasan bagaimana paragraf mengikuti alur dan pokok pikiran paragraf yang
ada di KIAT 3. Perhatikan juga bahwa setiap kalimat yang mengandung jawaban
dari pertanyaan why atau berupa klaim dan definisi, harus merujuk atau
melakukan sitasi (citation)
ke literatur sebagai landasan dari klaim yang dilakukan. Daftar referensi dari
paper (Fei et al., 2009) tidak saya tampilkan, karena poin penting yang ingin
saya sampaikan adalah masalah bagaimana alur kalimat dan paragrafnya.
- Kerangka Pemikiran Adalah suatu diagram yang menjelaskan secara garis besar alur logika berjalannya sebuah penelitian.
UJI ALUR LOGIKA
PENELITIAN DENGAN KERANGKA PEMIKIRAN
Ok, kalau sudah clear tentang
masalah dan judul penelitian, sekarang bagaimana menentukan alur logika
berjalannya sebuah penelitian tugas akhir. Saya biasanya meminta mahasiswa saya
membuat Kerangka Pemikiran untuk mempercepat pemahaman tentang
logika penelitian dan logika berjalannya sebuah penelitian.Kerangka Pemikiran sekaligus juga bisa berfungsi untuk
menguji apakah penelitian kita sudah berada di jalan yang benar atau belum. Kerangka
Pemikiran juga
akhirnya bisa menjadi bentuk kasar dari struktur tugas akhir kita (skripsi,
tesis or disertasi). Bagi saya sendiri, Kerangka Pemikiran adalah senjata pamungkas yang bisa
membantu saya lebih cepat menguji puluhan proposal penelitian tugas akhir, yang
mahasiswa presentasikan ( yang biasanya maunya cepet-cepet
) ketika meminta saya menjadi
pembimbing mereka.
Format kerangka pemikiran
yang saya ajarkan ke mahasiswa computing memuat beberapa hal di bawah:
1. PROBLEMS:
Berisi masalah penelitian. Bagian ini akan menjadi Bab
Pendahuluan pada
tugas akhir kita.
2. APPROACH:
Berisi solusi dan teori yang kita pilih dan gunakan untuk memecahkan masalah
penelitian. Approach harus terhubung secara logis
dengan masalah penelitian yang kita pilih. Approach bisa membentuk Bab
Landasan Teori atau Tinjauan Pustaka pada tugas akhir kita. Approachbisa
dibantu adanya peluang atau OPPORTUNITY yang berhubungan denganapproach yang kita ambil.
3. SOFTWARE
DEVELOPMENT: Berisi proses pengembangan software yang didalamnya berisi
pendekatan dan teori yang kita pilih. Software development memuat Software
Development Life Cycle (SDLC)
secara utuh, dimulai dari tahap spesification, design, coding dan testing.
Beberapa universitas mensyaratkan penggunaan UML pada bagian ini. Bagian Software
Developmentbisa menjadi satu Bab tersendiri pada tugas akhir kita.
4. SOFTWARE
IMPLEMENTATION: Penerapan software ke target yang kita pilih. Pengukuran tidak
perlu ke manusia apabila penelitian kita mengarah ke hasil komputasi yang lebih
cepat secara waktu, menghasilkan lebih banyak volume, lebih akurat
dibandingkan dengan metode lain. Bagian ini juga bisa menjadi bab tersendiri di
tugas akhir kita.
5. SOFTWARE
MEASUREMENT: Pengukuran seberapa jauh software terbukti bermanfaat, bisa
menggunakan pretest dan posttest. Untuk uji
statistik bisa menggunakan T-Test yang bisa cepat kita lakukan dengan softwarespreadsheet yang kita punya. Pikirkan
menggunakan software statistik profesional (SPSS, dsb) apabila memang data kita
besar dan kompleks. Bagian ini bisa menjadi Bab Analisa dan Hasil pada tugas akhir kita.
6. RESULT:
Merupakan bagian yang menyimpulkan seluruh proses penelitian dan pengukuran
yang kita lakukan. Biasanya menjadi Bab Kesimpulan dan Saran pada tugas akhir kita.
Sumber masalah penelitian bisa muncul dari tiga hal (Ranjit
Kumar, 1996):
1. Masalah
Yang Ada di Manusianya Sendiri (People and Problem)
Kita harus hati-hati supaya tidak terjebak ke masalah di sekitar
manusia yang bukan penelitian. Tapi juga jangan “saklek”, karena masalah
manusia yang tadinya bukan masalah penelitian bisa kita “goyang sedikit”
menjadi masalah penelitian. Contoh, mahasiswa punya masalah pokok yaitu
“kekurangan uang”. Ini bisa kita “konversi” menjadi masalah penelitian misalnya
menjadi:
- Mendeteksi raut muka mahasiswa bokek dengan face recognition system
- Model bisnis di Internet dengan modal kecil untuk mahasiswa
2. Masalah
di Cara, Teknik dan Struktur Kerja (Program)
Teknik dan struktur kerja yang bermasalah tentu juga bisa
menjadi masalah penelitian. Contoh, dosen-dosen saking sibuknya ternyata
kesulitan menemukan satu waktu yang pas untuk meeting bulanan di universitas.
Nah ini jadi masalah penelitian, approachnya nanti kita bisa kembangkan satu
aplikasi scheduling dengan sedikit sistem pakar didalamnya yang secara otomatis
memberikan beberapa alternatif waktu meeting yang pas untuk semua. Masalah lain
misalnya, sistem informasi manajemen di universitas kita ada masalah. Nggak
bisa online bekerjanya dan nggak sesuai dengan business process sebenarnya yang
dilakukan oleh para staff dalam mengelola administrasi sekolah. Nah software
dan sistem ini kita perbaiki supaya sesuai dengan yang dibutuhkan. Sistem
parkir di Mal yang tidak bisa mendeteksi mana area parkir yang kosong, bisa
jadi masalah penelitian yang menarik juga.
3. Fenomena
yang Terjadi (Phenomenon)
Fenomena yang ada di sekitar kita juga bisa menjadi masalah
penelitian yang menarik. Contoh, fenomena bahwa situs portal yang dikembangkan
di perusahaan-perusahaan ternyata sepi pengunjung. Nah ini adalah sebuah
fenomena, untuk meningkatkan traffic, misalnya bisa dengan memainkan bebrapa
teknik supaya search engine mau menengok situs kita, ini sering disebut dengan
Search Engine Optimization. Nah dari sini kita sudah dapat judul:
“Mengembangkan situs portal traffic tinggi dengan teknik Search Engine
Optimization (SEO)”. Fenomena lain lagi, proses pendeteksian golongan darah
untuk skala besar (massal) misalnya untuk seluruh mahasiswa universitas yang
mencapai 5000 orang ternyata memakan waktu yang sangat lama. Ini sebuah
fenomena, kita beri solusi dengan software sistem yang menggunakan beberapa
teknik artificial intelligence yang memungkinkan pendeteksian golongan darah
ini. Sehingga 5000 orang bisa kita proses dalam beberapa jam misalnya.
Supaya masalah penelitian yang kita pilih
benar-benar tepat, biasanya masalah perlu dievaluasi. Evaluasi masalah
penelitian biasanya berdasarkan beberapa parameter dibawah (Ronny Kountur,
2007) (Moh. Nazir, 2003):
1. Menarik. Masalah yang menarik membuat kita termotivasi untuk melakukan
penelitian dengan serius.
2. Bermanfaat. Penelitian harus membawa manfaat baik untuk
ilmu pengetahuan maupun peningkatan kesejahteraan dan kualitas kehidupan
manusia. Penelitian juga diharapakan membawa manfaat bagi masyarakat dalam
skala besar (secara nasional maupun internasional), maupun secara khusus di
komunitas kita (kampus, sekolah, kelurahan, dsb). Hindari penelitian yang tidak
membawa manfaat kepada masyarakat.
3. Hal Yang Baru. Ini hal yang cukup penting dalam penelitian,
bahwa penelitian yang kita lakukan adalah hal baru, solusi yang kita berikan
adalah solusi baru yang apabila kita komparasi dengan solusi lain, bisa
dikatakan lebih efektif, murah, cepat, dsb. Bisa juga kebaruan ini diwujudkan
dengan perbaikan dari sistem dan mekanisme kerja yang sudah ada. Hindari
redundant research, meneliti hal yang sama persis dengan yang dilakukan oleh
orang lain. Ya ini namanya nyontek alias plagiasi skripsi.
4. Dapat Diuji (Diukur). Ini biasanya hal yang
terlupakan, supaya proses penelitian kita sempurna, masalah penelitian beserta
variabel-variablenya harus merupakan sesuatu yang bisa diuji dan diukur
secara empiris. Kalau kita melakukan penelitian korelasi, nah korelasi antara
beberapa variabel yang kita teliti juga harus diuji secara ilmiah dengan
beberapa parameter.
5. Dapat Dilaksanakan. Nah ini juga faktor
penting. Masalah yang bagus berkualitas, jadi lucu dan naif kalau akhirnya
secara teknik penelitian tidak bisa dilakukan. Dapat dilakukan ini berkaitan
erat dengan keahlian, ketersediaan data, kecukupan waktu dan dana. Hindari
research impossible 
6. Merupakan Masalah Yang Penting. Ini agak sulit
mengukurnya, tapi paling tidak ada gambaran di kita bahwa jangan sampai
melakukan penelitian terhadap suatu masalah yang tidak penting.
7. Tidak Melanggar Etika. Yang terakhir adalah
masalah etika. Penelitian harus dilakukan dengan kejujuran metodologi, prosedur
harus dijelaskan kepada obyek penelitian, tidak melanggar privacy, publikasi
harus dengan persetujuan obyek penelitian, tidak boleh melakukan penipuan dalam
pengambilan data maupun pengolahan data.
Intinya jenis penelitian bisa dilihat dari
beberapa sudut pandang.
1. Tingkat
Penerapan (Penelitian Dasar, Penelitian Terapan)
2. Jenis
Informasi Yang Diolah (Penelitian Kuantitatif, Penelitian Kualitatif)
3. Perlakuan
Terhadap Data (Penelitian Konfirmatori, Penelitian Eksploratori)
4. Tujuan
(Penelitian Deskripsi, Penelitian Korelasi, Penelitian Eksperimen)
Tahapan penelitian sebenarnya hanya ada empat:
1. Identifikasi
(Penemuan) Masalah
2. Perumusan
Hipotesis
3. Pengujian
Hipotesis dan Analisis
4. Kesimpulan