Showing posts with label Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan. Show all posts
Showing posts with label Sistem Informasi Akuntansi dan Keuangan. Show all posts

Tuesday, May 29, 2012

Siklus Penjualan


Atribut Tabel-tabel dalam Siklus Penjualan

Berikut disajikan atribut untuk setiap tabel dalam database penjualan. PK merupakan kependekan dari Promary Key (Kunci Primer).Sedangkan FK merupakan kependekan dari foreign key.

Tabel Persediaan

PK: Kode Produk
Atribut: Deskripsi produk, kos per unit, harga jual per unit, kuantitas di tangan, titik reorder

Tabel Kas
(tabel Kas diperlukan jika perusahaan menerima ragam pembayaran, seperti tunai, debet bca, kartu kredit, dan transfer bank)
PK: Kode Kas
Atribut: Nama rekening, nomor rekening, jenis rekening (giro atau tabungan), satuan mata uang (IDR atau USD), nama bank, cabang bank, saldo kas.

Tabel Konsumen
PK: Kode Konsumen
Atribut: Nama konsumen, alamat, kota, kode pos, nomor telpon, kontak person, alamat web, contact email.

Tabel Salesman
(Tabel Salesman ini dapat digabungkan dengan tabel karyawan.)
PK: Kode Salesman
Atribut: Nama salesman,  alamat, kota, kode pos, nomor telpon, tanggal lahir, status pernikahan, jumlah anak, masa kerja, tanggal mulai bekerja.

Tabel Karyawan

PK: Kode Karyawan
Atribut: Nama karyawan,  alamat, kota, kode pos, nomor telpon, tanggal lahir, status pernikahan, jumlah anak, masa kerja, tanggal mulai bekerja, departemen saat ini.

Tabel Pesanan Konsumen
PK: Nomor Surat Order
Atribut: Tanggal pesan, tanggal minta dikirim,
FK: Kode konsumen, kode salesman

Tabel Penjualan
PK: Nomor Faktur
Atribut: Tanggal, nilai penjualan, uang muka, PPN, beban angkut, total piutang.
FK: Nomor Surat oRder, kode konsumen

Tabel Penerimaan Kas
PK: Nomor kuitansi
Atribut: Tanggal, jumlah kas diterima,
FK: Kode karyawan, kode konsumen, nomor faktur, nomor surat order, kode kas

Tabel Detil Pesanan Konsumen
Atribut: jumlah dipesan,
FK: nomor surat order, kode persediaan

Tabel Detil Penjualan

Atribut: jumlah dikirim (dijual),
FK: nomor faktur, kode persediaan

Variasi dalam atribut, tentu saja masih bisa terjadi, mengingat penentuan atribut juga dipengaruhi oleh karakteristik usaha.

Tabel dalam Database Siklus Penjualan

Tabel-tabel dalam databse untuk siklus penjualan (dalam perusahaan dagang yang menjual barang secara kredit) adalah sebagai berikut.
  1. Tabel Persediaan 
  2. Tabel Kas (tabel Kas diperlukan jika perusahaan menerima ragam pembayaran, seperti tunai, debet bca, kartu kredit, dan transfer bank)
  3. Tabel Konsumen
  4. Tabel Salesman
  5. Tabel Karyawan
  6. Tabel Pesanan Konsumen
  7. Tabel Penjualan
  8. Tabel Penerimaan Kas
  9. Tabel Detil Pesanan Konsumen
  10. Tabel Detil Penjualan
  11. Tabel Detil Penerimaan Kas
Kebutuhan tabel antar perusahaan bisa berbeda-beda tergantung kebijakan bisnis dan karakteristik usaha suatu perusahaan. Hubungan antara tabel Penjualan (7) dan Tabel Penerimaan Kas (11) bisa one to one, one to many, many to one, atau bahkan many to many. Lihat artikel penulis tentang Relationship antar Entitas. Demikian juga, hubungan antara Tabel Pesanan Konsumen dengan Tabel Penjualan bisa beragam.

Sebagai contoh, ada perusahaan yang menetapkan bahwa satu pesanan akan dilayani hanya dengan satu penjualan. Jadi, andai ada konsumen memesan 100 unit kursi dan ternyata di gudang hanya ada 60 unit kursi,  maka perusahaan hanya akan mengirim 60 unit kursi. Tidak ada usaha bagi perusahaan untuk mencari 40 unit kursi dan dikirimkan kembali agar pesanan 100 unit terpenuhi. Jika pembeli memang masih berminat dengan 40 kursi, maka pembeli akan kembali mengirimkan pesanan dan siklus penjualan akan dimulai dari awal lagi. Dalam kasus ini, relationship tabel pesanan dan tabel penjualan adalah one to one.

Berbeda dengan perusahaan yang berkomitmen melayani back order. Jika ada konsumen yang memesan 100 unit kursi. Sementara dii gudang hanya tinggal 60 unit kursi, maka perusahaan akan mengirimkan 60 unit kursi tersebut. SEtelah perusahaan mendpat kiriman dari pabrik, maka perusahaan akan segera mengirimkan 40 unit kursi tambahan, tanpa kosumen perlu memproses order dari awal lagi. Dalam kasus kedua ini, relationship antara tabel pesanan dan tabel penjualan adalah one to many.

Relationship antar entitas

Entitas adalah apapun yang datanya perlu disimpan oleh sebuah perusahaan. Dalam merancang database, selain harus menentukan entitas, perancang juga mesti menentukan relationship antar entitas tersebut. Relationship antar entitas ditentukan oleh kebijakan bisnis perusahaan.

Sebagai contoh, kita akan melihat relationship antara Penjualan dengan Penerimaan Kas. Pertama, kita akan melihat kasus penjualan tunai (seperti di swalayan). Di swalayan, penjualan terjadi bersamaan dengan penerimaan kas. Satu bukti transaksi yaitu struk cash register dipakai sebagi bukti penjualan dan sekaligus sebagai bukti penerimaan kas. Hubungan antara event penjualan dengan penerimaan kas adalah one to one.

Contoh kedua, kita akan menggunakan kasus penjualan kredit (yang benar-benar penjualan kredit). Misalkan seorang pengusaha bergerak dalam usaha jual beli sepeda motor bekas. Dalam menjual, dia juga memberi kesempatan kepada konsumen untuk mengangsur. Dalam kasus ini, satu transaksi penjualan akan diikuti dengan beberapa kali pembayaran. Atau dengan bahasa lain, satu nota penjualan kredit akan terkait dengan banyak kuitansi. Nota penjualan sebagai bukti transaksi penjualan. Sedangkan kuitansi sebadai dokumen untuk merekam transaksi penerimaan kas.Dalam kasus kedua ini, hubungan antara event penjualan dengan event penerimaan kas adalah one to many.

Contoh ketiga. Duluuu, pada saat penulis bekerja di sebuah swalayan, salah seorang distributor barang memilih untuk mengantarkan barang setiap kali kita telpon bahwa stok habis. Dalam satu bulan, mereka bisa mengantar barang hingga empat sampai enam kali. Nanti, pada akhir bulan, sales distributor tersebut baru menyerahkan tagihan (yang meliputi empat sampai enam nota, tergantung berapa kali dia mengirimkan barang). Jadi,setiap kali mengirim barang, dia membuat nota penjualan. Daalm kasus ini, empat nota penjualan akan dilunasi satu kali (setiap akhir bulan). Bagi si distributor, hubungan antara penjualan (pengiriman barang) dengan penerimaan kas adalah many to one (many penjualan terkait dengan one penerimaan kas).

Contoh keempat, kita akan melihat kasus hubungan penjualan dengan penerimaan kas yang many to many. Apakah ada? Kita akan melihat kassu kartu kredit. Perusahaan kartu kredit itu melayani penjualan jasa "mbayari dulu." Jadi, semisalkan penulis memiliki kartu kredit Bank TUVW, penulis bisa berbelanja ke berbagai toko dengan membawa kartu kredit tersebut. Yang berarti, penulis membeli barang tanpa membayar. Setiap kali penulis membeli dengan memakai kartu kredit, toko-toko tersebut akan mencetak  nota pemakaian kartu kredit. Satu kali dalam sebulan, bank TUVW akan mengirim tagihan ke penulis. Dalam tagihan tersebut, tersaji nomor nota, tanggal transaksi serta nilai rupiah seluruh transaksi dengan kartu kredit. Penulis boleh memlih untuk membayar lunas seluruh tagihan atau mengangsur.  Jadi, bagi perusahaan kartu kredit, banyak nota transaksi pemakaian kartu kredit, bisa diikuti dengan banyak bukti penerimaan kas dari pengguna kartu kredit. Jadi, hubungan antara penjualan dengan penerimaan kas adalah many to many.

Sistem Informasi adalah Seni

Sistem informasi setiap perusahaan berbeda-beda. Perbedaan ini disebabkan oleh beberapa hal berikut ini.
  1. Ada banyak pilihan sistem informasi yang tersedia bagi perusahaan. Perusahaan bisa memilih mencatat transaksi keuangan secara manual atau dengan bantuan teknologi informasi. Jika perusahaan memilih memanfaatkan teknologi informasi, perusahaan dapat memilih untuk menggunakan excel, atau menggunakan generalized accounting software (seperti MYOB atau Peachtree), atau perusahaan memilih customized accounting information system. Dengan customized accounting information system, berarti perusahaan memilih konsultan (internal atau eksternal) untuk merancang sistem informasi bagi perusahaan
  2. Perbedaan kedua disebabkan oleh karakteristik usaha yang memang berbeda. Pilihan jenis usaha dan pilihan kebijakan bisnis mengakibatkan perbedaan rancangan sistem yang mesti dibuat. Sebagai contoh, rancangan dokumen untuk sebuah tailor akan berbeda dengan rancangan dokumen persewaan mobil. Demikian juga, pilihan kebijakan menyebabkan perbedaan rancangan sistem informasi. Sebagai contoh, apakah perusahaan menetapkan bahwa pemesan barang harus membayar uang muka dan tanpa uang muka pesanan tidak akan diproses. Perusahaan lain, tidak mewajibkan konsumen membayar uang muka, malah ada perusahaan yang memberi kesempatan kepada konsumen untuk membeli secara kredit.Perusahaan yang sama-sama memberi kredit pun dapat menerapan kebijakan yang berbeda. Sebagai contoh perusahaan yang pertama mewajibkan konsumen untuk melunasi faktur terdahulu sebelum kembali melakukan pesanan. Sementara perusahaan lain, tidak mewajibkan konsumen melunasi faktur sebelumnya. Mereka boleh kembali berhutang, asalkan total faktur yang belum lunas tidak melebihi limit kredit.
Oleh karena itu, penulis menganggap perancangan sistem informasi sebagai satu seni. Kebanyakan buku akuntansi hanya mengajarkan satu contoh kasus rancangan di perusahaan dagang. Rancangan dokumen, rancangan flowchart, rancangan DFD dan rancangan database yang diulas dalam setiap buku, tidak otomatis dapat diterapkan di semua jenis perusahaan. Adakalanya kita mesti melakukan sedikit (bahkan banyak) modifikasi. Menambah field, menghapus field dan lain sebagainya.

Tidak berarti buku-buku SIA tidak memberikan hal yang berguna. Hanya saja, setelah kita memahami satu kasus yang diulas dalam sebuah buku, kita mesti siap melakukan modifikasi agar sebuah rancangan benar-benar sesuai dengan karakteristik suatu perusahaan tertentu.

SISTEM PENJUALAN

TUJUAN SISTEM PENJUALAN
Tujuan sistem penjualan adalah:
  • Mencatat order penjualan dengan cepat dan akurat
  • Untuk memverifikasi konsumen yang layak menerima kredit
  • Untuk mengirima produk dan memberikan jasa tepat waktu, sesuai yang dijanjikan kepada konsumen
  • Untuk membuat tagihan atas produk dan jasa secara tepat waktu dan akurat
  • Untuk mencatat dan mengelompokkan penerimaan kas secara cepat dan akurat
  • Untuk memposting penjualan dan penerimaan kas ke rekening piutang
  • Untuk menjaga keamanan produk
  • Untuk menjaga kas perusahaan
INPUT SISTEM PENJUALAN

(yang berarti ragam dokumen dalam siklus penjualan).Jangan terkejut melihat banyaknya dokumen dalam siklus penjualan ini. Beberapa nama dokumen sebenarnya dapat merupakan rangkap dari dokumen yang lain. Fokus pada bahasan ini adalah fungsi dari dokumen.
  • Order konsumen. Order yang dikirim oleh konsumen
  • Order penjualan. Sarana untuk merekam order konsumen yang dibuat oleh perusahaan.
  • Order acknowledgment. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke konsumen untuk memberi tahu konsumen bahwa ordernya telah diterima.
  • Picking list. Rangkap dari order penjualan yang dikirim ke bagian gudang sebagai sara untuk menyiapkan barang yang dipesan.
  • Packing slip. Rangkap dari order penjualan yang disertakan dengan paket barang yang akan dikirim ke konsumen.
  • Billing of ladding. Sarana untuk meminta agen transportasi (kurir) untuk mengirimkan barang perusahaan ke konsumen.
  • Shipping notice. Rangkap dari order penjualan atau dokumen lain yang berfungsi sebagai bukti bahwa barang memang telah dikirimkan.
  • Sales invoice. Faktur penjualan dikirimkan ke konsumen untuk menagih penjualan.
  • Remittance advice. Dokumen yang menunjukkan jumlah kas yang diterima dari konsumen.
  • Deposit slip. Slip setoran di bank.
  • Back order. Dokumen yang dibuat pada saat jumlah persediaan tidak dapat memenuhi permintaan pesanan dari konsumen.
  • Memo kredit. Dokumen yang berfungsi sebagai bukti kredit atas piutang konsumen, akibat retur penjualan.
  • Aplikasi kredit. Formulir untuk merekam data dan informasi konsumen baru yang hendak mengajukan kredit.
  • Salesperson call report. Formulir yang digunakan untuk merekam telpon yang dilakukan salesman untuk memprospek konsumen.
  • Deliquent notice. Dokumen dikirimkan ke konsumen yang piutangnya telah lewat tanggal jatuh tempo.
  • Write Off Notice. Dokumen yang dibuat oleh manajer kredit pada saat sebuah piutang sudah benar-benar macet.
  • Cash register receipt. Formulir yang digunakan oleh toko pengecer untuk merekam kas yang diterima.
OUTPUT SISTEM PENJUALAN
  • Order konsumen yang belum terpenuhi
  • Jurnal penjualan (daftar faktur penjualan, urut nomor faktur)
  • Daftar pengiriman barang urut per tanggal kirim
  • Jurnal penerimaan kas
  • Daftar memo kredit
  • Daftar umur piutang
PENGENDALIAN INTERNAL
Paparan Risiko yang dihadapi dalam siklus penjualan
  • Penjualan kredit kepada konsumen yang sebenarnya tidak layak menerima kredit, perusahaan dapat rugi karena piutang macet.
  • Kelewat mecatat pengiriman barang atau mengirim barang dan lupa membuatkan tagihan (faktur). Perusahaan rugi karena tidak akan pernah menerima kas dari pengiriman tersebut.
  • Kesalahan dalam membuat faktur (salah jumlah atau salah harga). Konsumen bisa marah atau perusahaan bisa rugi, menagih terlalu rendah.
  • Salah posting, sehingga catatan akuntansi yang dihasilkan salah.
  • Penjualan kredit fiktif, sehingga saldo penjualan dan piutang perusahaan menjadi terlalu besar.
  • Pencurian produk jadi perusahaan
  • Penghapusan piutang konsumen oleh karyawan yang tidak memiliki wewenang, sehingga perusahaan tidak akan pernah menerima kas dari piutang tersebut.
  • Pencurian kas oleh orang yang bertanggung jawab untuk memegang kas.
  • Lapping.
  • Akses terhadap data piutang dan persediaan oleh orang yang tidak berwenang.
  • Virus.
  • Pencurian data konsumen (misal transaksi melalui web)
  • Bertransaksi menggunakan kartu kredti curian
  • Kegagalan server.
Detail dari beberapa risiko ini, penulis ulas dalam buku tentang Karyawan bisa Menjadi Tikus dan Monster Penghisap Darah Perusahaan.

Pengendalian Umum:
  • Pengendalian organisasi. Prinsip umum, bagian pemegang harta kekayaan organisasi mesti terpisah dengan bagian pencatatan. Personel pengembang sistem (yang mengetik dan memodifikasi program) mesti terpisah dengan personel yang menggunakan dan mengoperasikan sistem.
  • Pengendalian dokumentasi. Ada dokumentasi yang lengkap, seperti dokumentasi formulir yang digunakan, flowchart, struktur database, laporan dan output sistem, serta kebijakan manajermen terkait dengan persetujuan kredit, penghapusan piutang macet dan lain sebagainya.
  • Rekonsiliasi aktiva dengan catatan perusahaan.
  • Pengendalian praktik manajemen. Manajer mesti memperkerjakan programer dan akuntan yang kompeten. Pengembangan dan perubahan sistem mesti melalui prosedur yang jelas, ada persetujuan awal, pengujian dan penandatanganan perubahan. Audit atas siklus penjualan. Manajer mereview laporan-laporan yang dihasilkan sistem.
  • Pengendalian otorisasi.
  • Pengendalian akses. Meliputi terminal dengan fungsi yang terbatas, hanya untuk mencatat penjualan dan penerimaan kas; Log untuk merekam semua transaksi penjualan dan penerimaan kas pada saat user masuk ke dalam sistem; Backup secara rutin; Gudang yang terkunci.
Pengendalian Aplikasi
  • Dokumen yang bernomor urut tercetak terkait dengan penjualan, pengiriman barang dan penerimaan kas.
  • Validasi data yang diinputkan ke dalam aplikasi penjualan
  • Koreksi kesalahan pada saat input data, sebelum data diproses lebih lanjut.
Contoh validasi data:
Detail arti setiap validasi data tersebut dapat dilihat dalam bahasan Pengendalian Aplikasi.
  • Validity check (data nya sesuai tidak dengan yang ada di dalam master file)
  • Self checking digit
  • Field check (type data)
  • Limit check
  • Range check
  • Sign check
  • Completeness check
  • Echo check
  • Batch control total

Sekuritas Dalam Lingkungan Berbasis Komputer


Keamanan atas Sistem Pendukung Pemrosesan Informasi

PENGENDALIAN ATAS SUMBER DAYA PERUSAHAAN
  • Proteksi dari akses oleh pihak yang tidak berwenang
  • Proteksi dari bencana alam
  • Proteksi dari breakdowns dan interupsi bisnis
  • Pengawasan atas keamanan perusahaan (audit)

PROTEKSI DARI AKSES OLEH PIHAK YANG TIDAK BERWENANG
  • Satpam
  • Resepsionis
  • Teralis
  • Lampu penerangan
  • Alarm pencuri
  • Alarm kebakaran
  • Alarm untuk mengawasi gerakan
  • Pintu yang terkunci
  • Monitor televisi
  • Brankas
  • Kas register yang terkunci
  • Logs dan register
  • Asuransi atas harta organisasi
  • Batasan atas siapa yang boleh masuk ke area tertentu
  • Terminal komputer yang terkunci
  • Terminal komputer yang tidak dapat diakses
  • Pintu yang hanya terbuka dengan kartu akses
  • Kartu identitas karyawan
  • Password
  • Log in/log out tamu
  • Foto para pengunjung/tamu
  • Pemandu bagi tamu yang berkunjung ke area tertentu

PROTEKSI DARI BENCANA ALAM
  • Sarana pemadam kebakaran
  • Lemari tahan api
  • Air conditioning (untuk mempertahankan suhu komputer)
  • Pengendali kelembaban
  • Ruang yang anti air
  • Drainase yang baik
  • Pendeteksi air bawah tanah
  • Konstruksi bangunan tahan api
  • Tenaga listrik cadangan (generator diesel)
  • Asuransi
  • Rencana keamanan dan kontijensi bencana
  • Isolasi atas ruang computer

PROTEKSI DARI BREAKDOWNS DAN INTERUPSI BISNIS
  • Sarana backup
  • Asuransi
PROTEKSI ATAS DATA ORGANISASIData organisasi perlu diproteksi dalam hal:
  • Deteksi dari pencurian atau akses data dari pihak yang tidak berwenang
  • Deteksi atas usaha untuk mengakses atau merubah data
  • Proteksi untuk mencegah kehilangan data dan perubahan data perusahaan
  • Rekonstruksi atas data perusahaan yang rusak atau hilang

Deteksi dari pencurian atau akses data dari pihak yang tidak berwenang
  • Pintu yang terkunci
  • Terminal yang terkunci
  • Akses yang terbatas
  • Partisi atas penyimpanan data dan program
  • Password
  • Penghancur kertas
  • Fungsi terminal yang terbatas
  • Prosedur callback

Deteksi atas usaha untuk mengakses atau merubah data
  • Log untuk mengakses data
  • Log untuk mengendalikan data
  • Aplikasi untuk mengendalikan akses
  • Log atas perubahan program dan sistem
Proteksi untuk mencegah kehilangan data dan perubahan data perusahaan
  • Log library
  • Log transaksi
  • Write protect atas media penyimpanan (CD, harddisk dll)
  • Label eksternal
  • Label internal
  • Log batch control
  • Lockout untuk menangani konkurensi

Rekonstruksi atas data perusahaan yang rusak atau hilang
  • Log aktivitas
  • Prosedur backup
  • Prosedur rekonstruksi (restore)
Keamanan dan Pengendalian atas Jaringan dan WEB

Paparan risiko atas jaringan dan web:
  • Kegagalan mentransmisi data
  • Akses data oleh pihak yang tidak berwenang (tapping)
  • Kesalahan dalam input data
Keamanan dan pengendalian yang dapat diaplikasikan:
  • Penunjukkan admin untuk menangani masalah sekuritas
  • Enkripsi pesan
  • Penggunaan perangkat keras yang andal
  • Backup yang terjadwal
  • Pengendalian transmisi
  • Penempatan server di lokasi yang aman
  • Password
  • Mekanisme validasi input
  • Pembatasan akses

Konsep Pengendalian Umum Dan Aplikasi Dalam Lingkungan Yang Berbasis Komputer


Konsep Pengendalian Umum dan Aplikasi

Pengendalian umum berbeda dengan pengendalian aplikasi. Dalam bahasa gampang, pengendalian umum adalah semua bentuk pengendalian yang tidak terkait langsung dengan aplikasi komputer. Contohnya, memastikan bahwa ruang kantor terkunci, kemudian penempatan satpam di tugas jaga. Sedangkan pengendalian aplikasi adalah semua pengendalian terkait dengan aplikasi tertentu. Semua pengendalian yang dilekatkan dengan satu aplikasi.

PENGENDALIAN UMUM


Meliputi:
  • Pengendalian organisasi.
  • Pengendalian dokumentasi.
  • Pengendalian akuntabilitas aktiva.
  • Pengendalian praktik manajemen.
  • Pengendalian operasi pusat informasi
  • Pengendalian otorisasi
  • Pengendalian akses
PENGENDALIAN ORGANISASI
Organisasi menetapkan hubungan kerja antara karyawan dan unit organisasi. Struktur organisasi dirancang sedemikian rupa sehingga menghasilkan organisasi yang independen. Organisasi yang independen adalah struktur organisasi yang memisahkan wewenang dan tanggung jawab sedemikian rupa sehingga fungsi yang tidak kompatibel dipisahkan. Selain melalui pemisahan tugas, pengendalian juga dicapai dengan monitoring.

Dalam sistem manual, karyawan yang menangani aktiva mesti dipisahkan dari karyawan yang memiliki otorisasi untuk melaksanakan suatu transaksi dan karyawan yang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi.

Sistem informasi memiliki tanggung jawab untuk merekam dan memproses data. Oleh karena itu sistem informasi mesti independen dari semua departemen yang menggunakan data dan informasi tersebut. Departemen pengguna adalah departemen yang memiliki tanggung jawab untuk menginisiasi dan mengotorisasi transaksi. Selain itu, fungsi pengembangan sistem mesti dipisahkan dari sistem pemrosesan transaksi.

PENGENDALIAN DOKUMENTASI
Dokumentasi yang baik berguna untuk efisiensi dalam perbaikan bug sistem, untuk efisiensi dalam pengembangan tambahan aplikasi baru, serta untuk pelatihan karyawan dalam mengenalkan sistem aplikasi.

Dokumentasi yang diperlukan meliputi:
  • Kebijakan terkait dengan sistem, seperti kebijakan pengembangan sistem, kebijakan pengujian sistem, kebijakan operasi computer, dan kebijakan penanganan bencana dan keamanan sistem.
  • Dokumentasi aplikasi sistem, seperti flowchart, data flow diagram, kode rekening, deskripsi prosedur, prosedur koreksi kesalahan, prosedur pengendalian, deskripsi file (termasuk kamus data), format output sistem, dan deskripsi input output sistem.
  • Dokumentasi program.
  • Dokumentasi data
  • Dokumentasi operasi
  • Dokumentasi untuk pengguna.
PENGENDALIAN AKUNTABILITAS AKTIVA
Sumber daya perusahaan (aktiva) perlu dijaga. Cara menjaga aktiva tersebut antara lain:
  • Penggunaan buku pembantu dalam catatan akuntansi
  • Rekonsiliasi (seperti rekonsiliasi kas dan persediaan)
  • Prosedur acknowledgement sebagai bentuk wujud pertanggungjawaban atas aktiva yang ditangani oleh seseorang atau suatu bagian.
  • Penggunaan log dan register
  • Review oleh pihak independent
PENGENDALIAN PRAKTIK MANAJEMEN
Meliputi kebijakan dan praktik sumber daya manusia, komitmen terhadap kompetensi, praktik perencanaan, praktik audit, dan pengendalian pengembangan sistem aplikasi (prosedur perubahan sistem dan prosedur pengembangan sistem baru).


PENGENDALIAN APLIKASI
Meliputi:
  • Pengendalian otorisasi,
  • Pengendalian input, dapat berupa edit test pada saat data diinputkan ke dalam layar komputer (validity check, limit check, field check, relationship check), dapat berupa batch control total (amount control total, hash total dan record count) jika data diinputkan secara batch.
  • Pengendalian proses, dapat berupa manual cross check dan pengendalian proses yang lain.
  • Pengendalian output. Output mesti didistribusikan ke pihak yang tepat.

 

 

 

Paparan Risiko dan Struktur Pengendalian Internal

TUJUAN PENGENDALIAN INTERNAL:
  • Efektivitas dan efisiensi operasi
  • Reliabilitas pelaporan keuangan
  • Kesesuaian dengan aturan dan regulasi yang berlaku
STRUKTUR PENGENDALIAN INTERNAL
  • Struktur pengendalian internal menurut COSO
  • Lingkungan Pengendalian Internal
  • Penaksiran Risiko
  • Aktivitas Pengendalian
  • Informasi dan Komunikasi
  • Monitoring
LINGKUNGAN PENGENDALIAN INTERNAL
Lingkungan pengendalian internal merefleksikan seluruh sikap dan kesadaran dewan direksi, komite audit, manager, pemilik, dan karyawan mengenai pentingnya pengendalian internal sebuah perusahaan. Lingkungan pengendalian merupakan dasar dari seluruh komponen pengendalian internal yang lain.

Lingkungan pengendalian meliputi:
Filosofi manajemen dan gaya operasi. Manajer perlu menjadi contoh perilaku etis dengan mentaati kode etik perusahaan. Manajer perlu menyusun kode etik secara formal. Manajer mesti menekankan pentingnya pengendalian internal dan memperlakukan setiap personel dengan wajar dengan dengan penuh respek.
Integritas dan nilai-nilai etika. Perilaku etis dan tidak etis manajer dan seluruh karyawan akan berdampak besar terhadap keseluruhan struktur pengendalian internal, menciptakan suasana yang secara signifikan mempengaruhi validitas proses pelaporan keuangan. Manajemen mesti secara proaktif memastikan bahwa semua karyawan benar-benar sadar dengan standard etika perusahaan. Manajemen juga mesti membuat kebijakan yang mendukung karyawan untuk mencapai tujuan jangka panjang dan bukan tujuan jangka pendek.
Komitmen terhadap kompetensi. Perusahaan mesti merekrut karyawan yang kompenen dan dapat dipercaya yang memiliki inisiatif dan kreativitas untuk bereaksi secara cepat terhadap kondisi bisnis yang dinamis. Perusahaan mesti memilih personil yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang memadai untuk menyelesaikan setiap tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan tersebut.
Dewan direksi atau komite audit. Dewan direksi semestinya menunjuk komite audit untuk mengawasi praktik dan kebijakan akuntansi dan pelaporan keuangan perusahaan. Komite audit merupakan perantara antara dewan direksi dan auditor internal/eksternal.
Struktur organisasi. Struktur organisasi merupakan rerangka hubungan formal antar personil perusahaan untuk mencapai tujuan organsisasi.
Pemberian wewenang dan tanggung jawab. Perusahaan mesti memiliki deskripsi pekerjaan untuk setiap karyawan. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab mesti dilakukan dengan baik. Perubahan terhadap sistem informasi mesti dilakukan melalui persetujuan tertulis.
Kebijakan dan praktik sumber daya manusia. Setiap karyawan baru mesti dikenalkan dengan pengendalian internal, kebijakan etika dan kode etik perusahaan. Perusahaan mesti perduli dengan undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh pemerintah. Perusahaan mesti memastikan terwujudnya lingkungan kerja yang aman dan sehat. Perusahaan dapat menyelenggarakan sarana konseling untuk karyawan yang bermasalah. Perusahaan punya prosedur yang baik untuk karyawan yang berhenti bekerja.

PENAKSIRAN RISIKO
Manajemen mesti mengidentifikasi dan menaksir risiko yang relevan yang dapat mencegah perusahaan mencapai tujuan organisasi. Manajer juga mesti menyusun rencana untuk mengelola risiko yang telah diidentifikasi.
  • Mengidentifikasi risiko internal yang signifikan.
  • Mengidentifikasi risiko eksternal yang signifikan.
  • Menyusun analisis risiko.
  • Manajemen risiko yang relevan.
AKTIVITAS PENGENDALIAN
Aktivitas pengendalian bertujuan untuk mengarahkan karyawan agar karyawan dapat bertindak sesuai dengan arahan manajer.

Aktivitas yang terkait dengan pelaporan keuangan. Meliputi: Perancangan dokumen yang baik dan penggunaan dokumen bernomor urut tercetak; Pemisahan tugas; Otorisasi atas transaksi; Pengamanan yang memadai; Cek independen atas kinerja rekan sekerja; Penilaian (valuation) atas jumlah yang mesti dicatat yang tepat
Aktivitas yang terkait dengan pemrosesan informasi, meliputi pengendalian umum dan pengendalian aplikasi. Aktivitas ini membantu memastikan reliabilitas dan integritas sistem informasi yang memproses informasi keuangan maupun informasi non keuangan.

Aktivitas pengendalian yang lain yang relevan dengan pelaporan keuangan adalah review atas kinerja, yang meliputi:
1. Membandingkan anggaran dan nilai aktual
2. Menganalisis kaitan antar data, melakukan investigasi dan tindakan korektif
3. Review atas kinerja fungsional atau area tertentu.




INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Mengidentifikasi dan merekam informasi yang relevan untuk pelaporan keuangan
mengkomunikasikan informasi yang relevan dengan format yang sesuai
  • Harus dipastikan bahwa SIA menghasilkan pelaporan keuangan yang andal.
  • Semua transaksi yang diproses adalah transaksi yang valid dan terotorisasi
  • semua transaksi yang valid mesti direkam dan diinputkan tepat waktu dengan cukup detail sehingga transaksi dapat diklasifikasikan dengan semestinya.
  • semua data input akurat dan lengkap
  • semua transaksi yang telah diinput diproses dengan baik
  • semua output yang diperlukan disajikan sesuai dengan aturan yang ada untuk menghasilkan informasi yang akurat dan andal
  • semua transaksi dicatat dalam periode akuntansi yang tepat
MONITORING
Tujuan monitoring adalah menaksir kualitas struktur pengendalian internal dari waktu ke waktu melalui aktivitas monitoring. Contoh aktivitas monitoring: supervisi atas aktivitas karyawan dari hari ke hari dan audit atas catatan akuntansi.
Aktivitas yang berkesinambungan
Evaluasi secara terpisah

PAPARAN RISIKO
Setiap perusahaan menghadapi paparan risiko. Paparan risiko dapat berasal dari pihak internal maupun eksternal perusahaan, seperti dari karyawan, konsumen, hacker, pelaku criminal dan bencana alam.

Tipe risiko
  • kesalahan yang tidak disengaja
  • kesalahan yang disengaja
  • pencurian aktiva
  • menjebol keamanan perusahaan
  • tindak kekerasan dan bencana alam
Paparan terhadap risiko dipengaruhi oleh:
  • Frekuensi kejadian. Contoh: penjualan.
  • Kerentanan sebuah aktiva. Contoh kas sangat rentan.
  • Besarnya nilai rupiah.
Masalah yang memperbesar paparan risiko yang dihadapi perusahaan:
  • Kolusi
  • Kurangnya penegakan disiplin
  • Kejahatan komputer
Contoh kejahatan komputer:
  • Pencurian hardware dan software
  • penggunaan komputer tanpa otorisasi untuk kepentingan personal
  • modifikasi atau penggunaan program untuk melakukan kejahatan
Komputer rentan terhadap tindak kejahatan karena:
  • Komputer mengakibatkan pemusatan data dan pemrosesan data
  • jejak audit dalam lingkungan SIA tidak sejelas dalam lingkungan manual
  • Komputer powerful tetapi kompleks dan rentan
Dalam menerapkan pengendalian, perusahaan mesti mempertimbangkan manfaat dan biaya untuk menerapkan pengendalian tersebut.

Audit Sistem Informasi


AUDIT SOFTWARE

Generalized Accounting Software dan Generalized Audit Software

Dua istilah dalam judul di atas, tampaknya serupa. Sebenarnya dua istilah tersebut mengacu ke dua jenis software (aplikasi) yang berbeda. Istilah generalized software berarti satu aplikasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan yang general.

Generalized Accounting Software
Yang pertama, generalized accounting software adalah software atau aplikasi akuntansi yang dirancang untuk (kalau boleh) memenuhi kebutuhan berbagai macam perusahaan. Jadi, bukan aplikasi akuntansi yang customized yang memenuhi kebutuhan satu perusahaan tertentu. Contoh generalized accounting software yang beredar di Indonesia adalah sebagai berikut............


  1. MYOB Accounting (dan varainnya)
  2. Zahir Accounting
  3. Accurate
  4. Bee Accounting
  5. dan mungkin masih banyak lagi yang penulis tidak (belum) tahu

Aplikasi akuntansi yang general paling tidak mampu merekam penjualan tunai maupun kredit, pembelian tunai maupun kredit dan jurnal umum. Jadi, andai satu toko mebel yang selalu menjual mebel secara tunai memilih menggunakan salah satu dari generalized accounting software tersebut, maka menu penjualan kredit tidak akan terpakai (sekalipun fasilitas tersebut akan tetap ada dalam aplikasi akuntansi tersebut). Berbeda jika kita membuat aplikasi akuntansi dengan meminta seorang (satu tim) programer,. maka si programer hanya akan menyediakan menu yang memang relevan dengan bisnis kita. Ini memang menjadi salah satu kelemahan software akuntansi general.

Kelebihan generalized accounting software jika dibandingkan dengan customized accounting software adalah:
  1. Keandalan software sudah teruji, apalagi jika software sudah banyak dipakai di perusahaan lain. Keandalan dalam hal keakuratan data dan informasi yang dihasilkan, serta keandalan dalam arti software tersebut tidak mudah error atau hank.  
  2. Harga yang murah untuk level keandalan yang ditawarkan (terkait dengan skala ekonomis karena pengembang software bisa menjual banyak unit untuk satu jenis software yang sama).
Kelemahan customized accounting software adalah jika bertemu dengan programmer yang belum berpengalaman, maka bisa jadi, si programer membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan software akuntansi yang kita pesan. Lagian, jika programer baru satu dua kali menangani proyek pengembangan sistem akuntansi, bisa jadi aplikasi yang dihasilkan masih butuh banyak debugging dan banyak polesan untuk menjadikan customized accounting software tersebut menjadi aplikasi yang andal dan aman.

Generalized Auditing Software
Generalized auditing software adalah aplikasi yang dirancang untuk membantu proses audit database. Contoh generalized auditing software yang penulis tahu adalah:
  1. ACL
  2. IDEA
Software ini dirancang untuk memilki kemampuan untuk membaca beragam tipe file (dbf, mdb, text file, termasuk excel). 

Monday, April 9, 2012

Lingkungan Bisnis dan Sistem Informasi Akuntansi

Lingkungan bisnis sebagai sebuah system.



Karakteristik Sistem dari sebuah Perusahaan
  • Memiliki tujuan
  • Ada lingkungan di sekitar perusahaan
  • Ada kendala atau batasan (mis: keterbatasan pangsa pasar atau keterbatasan sumber daya yang dikuasai)
  • Input-Proses-Output
  • Feedback
  • Pengendalian
  • Setiap system memiliki subsistem
Struktur organisasi dalam Perusahaan Struktur organisasi merupakan sarana bagi manajer untuk mengarahkan dan mengkoordinasi serangkaian aktivitas dan operasi dalam perusahaan. Struktur organisasi menggambarkan distribusi wewenang dan tanggung jawab setiap manajer.
Ragam struktur organisasi
  • Struktur hirarki

  • Struktur matriks (kombinasi fungsional dan orientasi project)
  • Struktur desentralisasi (wewenang didelegasikan ke manajer level menengah dan level rendah)
  • Struktur jaringan
Kaitan struktur organisasi dan AIS


  • Struktur organisasi menentukan vertical flow of information
  • Struktur organisasi menentukan aliran data transaksi secara horisonal. AIS harus memastikan bahwa langkah pencatatan transaksi seirama dengan departemen organisasi yang menangani transaksi tersebut.
Sistem Operasi
Sistem operasi adalah sekumpulan proses fisik (aktivitas, operasi atau proses bisnis), untuk mengubah sumber daya menjadi produk atau jasa. Berikut dapat dilihat contoh sistem operasi dalam perusahaan manufaktur.

Contoh transaksi bisnis:
  • Memesan barang dagangan
  • Menerima barang dari pemasok
  • Menyimpan barang
  • Membayar utang

Siklus transaksi:
Sekelompok transaksi bisnis dalam sebuah perusahaan.
Contoh siklus transaksi dalam sebuah perusahaan konsultan

Problem
  1. Jelaskan karakteristik sistem sebuah sekolah menengah.
  2. Jelaskan sistem operasional sebuah sekolah menengah.
  3. Jelaskan struktur organisasi sebuah sekolah menengah.
  4. Jelaskan, bagaimana perbedaan lingkungan perusahaan dapat menyebabkan perbedaan dalam sistem informasi kedua perusahaan berikut ini. Toko emas versus reservasi pesawat terbang.
  5. Identifikasi transaksi bisnis yang terjadi dalam sebuah bank.

Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer

Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer
Penginputan data ke dalam sistem informasi dapat melalui beragam cara:
• dengan merekam data ke dalam sebuah formulir
• dengan menginputkan data langsung ke dalam computer
• dengan sms
• dengan menginputkan data di internet
• dengan barcode scanner
• scanner yang lain

Dokumen Input

Dokumen input adalah formulir atau dokumen sumber, yang datanya akan diinputkan ke dalam sistem informasi. Contoh adalah dokumen penjualan.

Fungsi dokumen input:
• sarana untuk mengotorisasi suatu transaksi
• sarana untuk memicu tindakan yang diharapkan (missal, memicu konsumen untuk membayar)
• refleksi akuntabilitas
• menyediakan data untuk membuat laporan
Desain dokumen input yang baik:
• judul yang bermakna
• marjin
• ukuran font
• warna
• berat kertas
• nomor urut tercetak untuk dokumen yang sensitif
Tampilan layar komputer untuk entry data yang baik:
• warna yang nyaman di mata user
• memudahkan user dalam menginput data
• perhitungan otomatis
• kursor otomatis berpindah ke elemen data yang mesti diinput oleh user
• pesan kesalahan yang mudah dipahami
• menu help yang tersedia untuk membantu user
Proses
Pemrosesan Input:
• off line (biasanya data diinputkan secara batch). Pemrosesan secara batch relative lebih murah dibandingkan dengan pemrosesan secara online
• on line
Dokumentasi Proses
• System flowcharts
• Computer system flowcharts
• (lihat yang sistem object)
Alternatif pendekatan pemrosesan data:
• Periodic processing approach (sistem batch)
• Sequential updating from batched input
• Sequential updating after online data entry
• Direct updating
• Immediate processing approach (real time processing)
Perbandingan antara periodic processing approach dan immediate processing approach.
Periodic processing approach
Keuntungan:
meningkatkan efisiensi pemrosesan data, khususnya pada saat perusahaan mesti memproses batch yang sangat besar
memungkinkan pengendalian menggunakan total batch untuk menjamin keakuratan dan kelengkapan data yang diproses.
pemanfaatan computer hardware dan software secara ekonomis

Kelemahan:
data dalam master file adakalanya out of date
jika ada kesalahan dalam transaksi maka koreksi atas kesalahan akan tertunda, dan pembetulan mesti menunggu sampai siklus proses berikutnya tiba

Immediate processing approach
Keuntungan:
mampu menyediakan informasi yang uptodate
transaksi dapat segera diedit pada saat transaksi direkam, koreksi atas kesalahan dapat langsung dilakukan tanpa delay

Kelemahan:
membutuhkan hardware dan software yang cukup canggih
sistem yang lebih kompleks
lebih sulit dan lebih kompleks dalam membangun jejak audit

Membuat Model Database dan Aplikasi

Membuat Model Database
Karakteristik Pendekatan Database
  • Independensi Data. Data terpisah dari aplikasi yang mengakses dan memproses data.
  • Konsistensi Data. Setiap elemen data dalam database memiliki definisi standard. Oleh karena itu, elemen data tersebut akan konsisten dalam setiap aplikasi yang menggunakan elemen data tersebut.
  • Satu kali input data. Data cukup diinputkan satu kali, kemudian disimpan dan dapat diakses oleh berbagai aplikasi oleh beragam pengguna.
  • Integrasi data.
  • Share data ownership.
  • Centralized data management. DBMS mengelola dan mengendalikan akses terhadap semua data dalam sistem.
  • Pengelolaan dan Akses Data menjadi lebih simpel.
Pengembangan DatabaseHal-hal yang penting dalam merancang dan mengkonstruksi database:
  • Apa tujuan sistem yang dibuat?
  • Siapa yang akan menggunakan data tersebut?
  • Berapa kali dalam sehari data tersebut akan diakses (dibaca dan diupdate)?
  • Berapa besar data yang perlu disimpan?
  • Sistem apa yang akan mengakses data tersebut?
Tahapan dalam Pengembangan Database
  • Perencanaan.
  • Analisis. Contoh model konseptual yang dapat digunakan adalah Entity Relationship Diagram. Dalam tahap analisis, perancang juga membuat data dictionary.
  • Desain secara detail.
  • Implementasi.
  • Testing.
  • Maintenance.
Membuat Model Data ~ Diagram ER
  • Membuat Entitas dan menentukan relationship
  • Menentukan kardinalitas setiap relationship
  • Ada tiga jenis kardinalitas: One to One, One to Many dan Many to Many
  • Menentukan atribut data
TUGAS KASUS
Park Plaza adalah apartemen yang berlokasi di Paingan Maguwoharjo. Park Plaza memiliki dua gedung apartemen. Gedung pertama memiliki 20 apartemen dan gedung kedua memiliki 30 apartemen. Dari kelima puluh apartemen tersebut, ada apartemen dengan satu kamar, dengan dua kamar dan dengan tiga kamar. Apartemen disewakan dengan sistem pembayaran bulanan. Uang sewa dibayarkan di awal masa sewa. Setiap penyewa wajib membayar uang jaminan sewa (sebesar harga sewa apartemen). Uang jaminan sewa ini akan dikembalikan, jika penyewa berhenti menyewa dan jika pemilik apartemen tidak menemukan kerusakan yang berarti. Setiap tujuh hari sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran sewa, pemilik sewa memberi surat tagihan kepada penyewa apartemen, untuk mengingatkan penyewa.

Rancanglah Diagram ER untuk apartemen tersebut. (CATATAN: Anda boleh menggunakan buku apapun sebagai acuan untuk merancang ER tersebut, bawa saja buku yang pernah anda pelajari atau pernah digunakan di mata kuliah lain, saat mempelajari database).
Lengkapi diagram ER tersebut, dengan informasi mengenai field (elemen data) dalam setiap tabel, primary key setiap tabel, foreign key setiap tabel, dan tipe data setiap field.
BOUTIQUESOFTWARE.WORDPRESS.COM

Manajemen Data

Manajemen Data
Aktivitas utama sebuah sistem informasi adalah transformasi data. Untuk mencapai tujuan tersebut, data mesti direkam, disimpan, diupdate, dimodifikasi, dipanggil ulang –
atau dengan kata lain, dikelola. Data, tidak memiliki nilai (tidak bermanfaat) jika data tersebut tidak terorganisir dengan baik.
Model Data
  • Orientasi File
  • Orientasi Database (yang saat ini banyak diterapkan)

ORIENTASI FILE
Hirarki data dalam Model Data orientasi File: Elemen data – Record – File

Tipe file:
  • Master file (berisi record mengenai suatu entitas, misal: produk, konsumen)
  • Transaction File (memuat record mengenai suatu kejadian, seperti penjualan)
  • History File (memuat record mengenai transaksi masa lalu, archive file)
  • Reference File (table yang berisi data yang diperlukan dalam kalkulasi, seperti table harga produk).
ORIENTASI DATABASE
Hirarki data dalam Database: Elemen Data – records – Tabel – Database
Dokumentasi data dalam sistem database:
  • Kamus data (data dictionary). Kamus data memuat informasi mengenai elemen data yang ada di dalam database. Kamus data menyimpan informasi mengenai nama elemen data (field), deskripsi data tersebut, ukuran field, type data, sumber data, dan lain sebagainya.
  • Diagram Entity – Relationship. Diagram ini merupakan diagram model data secara konseptual yang menggambarkan entitas dan kaitan antar entitas secara grafis.
Perbandingan Pendekatan Orientasi File dan Orientasi Database
DATA REDUNDANCY
Data yang redundan dapat menyebabkan informasi yang tidak reliable dan mengurangi efisiensi. Peluang terjadinya redundansi data lebih tinggi dalam sistem File.

DATA CONSISTENCY AND STANDARDIZATION
Data yang konsisten akan menghasilkan informasi yang reliable dan meningkatkan efisiensi. Dalam Sistem File, setiap aplikasi memiliki file sendiri-sendiri. Oleh karena itu butuh usaha lebih untuk standardisasi data dan koordinasi data. Data dalam sistem database lebih konsisten dan lebih terstandardisasi.

DATA SHARING DAN INTEGRASI
Data sharing akan mengurangi kebutuhan media penyimpanan. Selain itu, data sharing akan memperkaya informasi yang dihasilkan. Dalam Sistem File, integrasi informasi dari beberapa file membutuhkan pemrosesan lebih lanjut. Derajat sharing lebih tinggi dalam sistem Database dibandingkan sistem File.

DATA ACCESSIBILITY
Semakin mudah akses terhadap data, semakin beragam pengguna yang dapat memanfaatkan informasi dari data tersebut. Dalam sistem Database, data yang tersentral memudahkan akses terhadap data. Derajat askesibilitas dalam sistem File lebih rendah.

DATA FLEXIBILITY
Fleksibilitas memudahkan modifikasi terhadap aplikasi. Fleksibilitas dalam sistem Database lebih tinggi, karena organisasi dan manajemen data independent dari aplikasi.

DATA SECURITY
Data sebagai sumber daya perlu diproteksi, untuk menjamin keamanan dan integritas data. Data dalam database relatif lebih rentan dibandingkan dalam sistem File. Peluang untuk kehilangan seluruh data lebih tinggi dalam sistem Database dibandingkan sistem File. Namun, sistem pengamanan dalam DBMS dan sistem backup cukup andal untuk membantu menjaga integritas database.

DATA CAPTURE DAN ENTRY
Sarana perekaman data yang efisien akan meningkatkan keakuratan data dan pengurangan biaya. Dalam sistem File, karena setiap aplikasi mengakses file mereka sendiri-sendiri, ada kalanya satu data yang sama perlu direkam lebih dari satu kali.
Data Flow Diagram
Data Flow Diagram ~ Sarana Dokumentasi Data dan Pemrosesan Data
Logical DFD (Data Flow Diagram Logika)
Logical DFD menekankan pada data tertentu dan apa yang dilakukan terhadap data tersebut

Simbol dalam DFD:
  • Simbol Entitas (segiempat)
  • Simbol Proses (lingkaran)
  • Simbol simpanan data (dua garis sejajar)
  • Simbol aliran data (anak panah)
Konteks Diagram adalah level logical DFD yang paling puncak.
Diagram level zero adalah pecahan dari konteks diagram). Setiap proses dalam diagram level zero ini, akan diberi nomor 1, 2 dan seterusnya.
Level one diagram adalah pecahan dari proses 1, 2 (dst) yang tergambar dalam diagram level zero. Setiap subproses ini akan diberi nomor, 1.1 atau 1.2 dan seterusnya.

Untuk lebih jelas tentang DFD, silahkan baca buku yang mengulas tentang DFD …..

SOAL SATU
Rancanglah layout record Master File Mahasiswa (cukup sebutkan nama field, ukuran field dan tipe data). Minimal 10 elemen data (atau field).

SOAL DUA
Tentukan, apakah elemen data (field) berikut ini, akan muncul dalam Master File atau Transaction File, ataukah kedua nya. Jangan lupa, sebutkan, nama File (nama Tabel) nya, di sebelah kanan elemen data tersebut. Lihat contoh, untuk soal 1 (field tanggal ada dalam file transaksi, nama filenya Tabel Penjualan).
  1. Tanggal ~ Transaction File ~ Tabel Penjualan
  2. Saldo rekening
  3. Nomor rekening
  4. Jumlah pembayaran
  5. Nama konsumen
  6. Lokasi penjualan
  7. Nomor telepon
  8. Deskripsi produk
  9. Kode produk
  10. Alamat
  11. Nomor faktur penjualan
  12. Kode konsumen
  13. Limit kredit
  14. Nama pemasok
  15. Kuantitas di tangan
  16. Jumlah penjualan per faktur
  17. Kode pemasok
  18. Kuantitas diterima
Entitas mahasiswa:
1.nim text/character 14 3101.1001.1200
2.nama text/character 40 anang bin adul
3.jenis kelamin logical/numerik 1 laki laki / perempuan
4.tempat lahir text/character 25 banjarbaru
5.tanggal lahir date 09/09/2009
6.alamat text/character 50 jl. Garuda no. 10
7.usia numeric 3 101
8.email text/character 50 info@gmail.com
9.poto general/ole poto
10.keterangan memo -